Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin Letakan Batu Pertama, Pembangunan Gedung Pengadilan Negeri Banyuasin Dimulai

Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin Letakan Batu Pertama, Pembangunan Gedung Pengadilan Negeri Banyuasin Dimulai
Ketua Mahkamah Agung H. Muhammad Syarifuddin bersama Bupati Banyuasin H. Askolani melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan gedung Pengadilan Negeri Banyuasin

BANYUASIN - Ketua Mahkamah Agung H. Muhammad Syarifuddin bersama Bupati Banyuasin H. Askolani melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan gedung Pengadilan Negeri Banyuasin di halaman kantor Kejaksaan Negeri Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (12/11/2020).

Syarif mengungkapkan, sebelumnya pembentukan 85 pengadilan baru yang telah direncanakan akan dibangun 2 tahun yang lalu namun pada masa pandemi Covid-19 terhambat, hingga sekarang pembangunan dilakukan secara bertahap melalui dana yang diberikan pemerintah. 

"Pengadilan Negeri Banyuasin ini memiliki luas lebih kurang 4.420 meter persegi diharapkan dapat memberikan manfaat semaksimal mungkin untuk masyarakat. Dari 85 pengadilan yang akan dibangun hanya 25 yang akan terlaksana tahun ini, atau sekitar 20 persen saja yang akan dilanjutkan. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, pembentukan pengadilan baru adalah upaya mendekatkan diri kepada para pencari keadilan agar mudah dan cepat. Dipilih wilayah yang strategis demi mendekat kepada para pencari keadilan untuk mendapatkan pelayanan hukum. 

"Kami memilih Banyuasin karena komitmennya untuk masyarakat seperti tanahnya telah dihibahkan oleh Bupati Banyuasin, dan juga tempat Pengadilan Negeri yang akan dibangun ini sangat strategis, sehingga inilah pertimbangan kami dari Mahkamah Agung menjadikan Banyuasin salah satu dari 25 pengadilan yang dilanjutkan pembangunannya, " ujar dia. 

Sementara itu Bupati Banyuasin H. Askolani mengucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Mahkamah Agung yang telah bersedia hadir langsung dalam peletakan batu pertama kantor Pengadilan Negeri Banyuasin. "Kami merasa bangga karena Kabupaten Banyuasin terpilih dari 25 pengadilan Negeri yang dibentuk dan sudah mulai dibangun gedung pengadilan oleh Mahkamah Agung, ” ungkap dia.

Dia menyatakan, Pengadilan Negeri sangat dibutuhkan di Kabupaten Banyuasin untuk membantu dan memudahkan masyarakat yang sedang memiliki urusan hukum. 

Turut hadir Wakil Mahkamah Agung Sunarto, Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung RI Takdir Rahmadi, Hakim Agung Surya Jaya beserta rombongan lainya. Ketua Pengadilan Tinggi Palembang Kresna Menon, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang Endang Ma'sum, Anggota DPRD Banyuasin, Kapolres Banyuasin, Dandim 0430, Kajari Banyuasin, Kakan Kemenag H.M Arkan Nurwahidin, Danyon Zikon 12/KJ, dan para Kepala OPD Banyuasin.(***)

SUMSEL BANYUASIN
Adhyaksa

Adhyaksa

Previous Article

Pelayanan Prima Membawa Kejari Batang Raih...

Next Article

Kejari Pangkep Sidik Dugaan Pungli Redistribusi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Steven Sulut

Adhyaksa

Adhyaksa verified

Postingan Bulan ini: 6

Postingan Tahun ini: 8

Registered: Jul 9, 2020

Redaksi Sumbar

Redaksi Sumbar

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 2

Registered: Mar 31, 2021

Alamsyah putra

Alamsyah putra

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 1

Registered: Apr 7, 2021

Fikri Haldi

Fikri Haldi

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Jul 9, 2020

Profle

Steven Sulut

Terkait Perkara Cukai, Kejari Manado Setorkan  Dana Titipan ke Kas Negara
Canangkan Pembangunan Zona Integritas WBBK Dan WBBM, Inilah Yang Disampaikan Jaksa Agung Muda Bidang Intelejen
Penyidik Jampidsus Sita 1 (Satu ) Unit Mobil Lexus Terkait Tersangka HH
Jampidsus Periksa 1 (Satu) Orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pada Perkara Pembelian Gas Bumi Oleh PD Pertambangan Dan Energi Sumsel

Follow Us

Recommended Posts

Berdasarkan Penetapan Pengadilan, Kejari Manado Sita 4 (Empat) Unit Incenerator
5 (Lima) Orang Pegawai PT Syailendra Capital Diperiksa Penyidik Jampidsus
Balap Liar di Bulan Ramadan, Polisi Amankan Sejumlah Motor
1 (Satu) Orang Saksi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jalur Transmisi Gardu Induk
Kunker Virtual Ketiga, Inilah Arahan Jaksa Agung RI