Tim Tabur gabungan Kejaksaan Tangkap Buronan ke-106 di Makassar

Tim Tabur gabungan Kejaksaan Tangkap Buronan ke-106 di Makassar

MAKASSAR - Tim Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan Agung RI bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Tim Tabur Kejaksaan Negeri Makassar berhasil mengamankan terpidana H. Ahmad Rasyidi bin H. Muhammad Thoai di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

H. Ahmad Rasyidi menjadi buronan ke-106 yang berhasil ditangkap Tim Tabur Kejaksaan RI di tahun 2020. "Terpidana masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan khususnya Kejaksaan Negeri Makassar, " ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Kamis (5/11/2020).

Terpidana ditangkap tanpa perlawanan di Jl. Al Markaz Al Islami Makassar, Rabu (4/11/2020) sekitar pukul 15.30 Wita.

Hari mengatakan, H. Ahmad Rasyidi yang telah buron selama kurang lebih empat tahun merupakan terpidana kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Penyalahgunaan Anggaran Dana Block Grant Tahun Anggaran 2007 pada Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Sulawesi Selatan yang merugikan keuangan negara sebesar Rp1.041.541.463, 18.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Rl Nomor: 2550 K/Pid.SUS/2015 tanggal 09 Agustus 2016, terpidana diputuskan terbukti secara sah dan bersalah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi secara bersama sama sebagaimana dalam surat dakwaan melanggar Pasal 2 Ayat 1 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diuabah dan ditambah dengan Undang-Undang Nonor 20 Tahun 2001 dan dihukum dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp200 juta.

Selanjutnya terpidana dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Makassar untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan serta Rapid Tes dengan hasil Terpidana dinyatakan sehat / Non reaktif. Terpidana langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I A Makassar untuk menjalani hukuman pidana penjara.

Hari menjelaskan bahwa program Tangkap Buronan (Tabur) digulirkan oleh bidang Intelijen Kejaksaan RI dalam memburu buronan pelaku kejahatan baik yang masuk DPO Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan, " tegas Hari. (Foto: dok. Puspenkum Kejagung).

SULSEL MAKASSAR
Adhyaksa

Adhyaksa

Previous Article

Pelayanan Prima Membawa Kejari Batang Raih...

Next Article

Kejari Pangkep Sidik Dugaan Pungli Redistribusi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Steven Sulut

Adhyaksa

Adhyaksa verified

Postingan Bulan ini: 5

Postingan Tahun ini: 7

Registered: Jul 9, 2020

Redaksi Sumbar

Redaksi Sumbar

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 2

Registered: Mar 31, 2021

Alamsyah putra

Alamsyah putra

Postingan Bulan ini: 1

Postingan Tahun ini: 1

Registered: Apr 7, 2021

Fikri Haldi

Fikri Haldi

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Jul 9, 2020

Profle

Steven Sulut

Terkait Perkara Cukai, Kejari Manado Setorkan  Dana Titipan ke Kas Negara
Canangkan Pembangunan Zona Integritas WBBK Dan WBBM, Inilah Yang Disampaikan Jaksa Agung Muda Bidang Intelejen
Penyidik Jampidsus Sita 1 (Satu ) Unit Mobil Lexus Terkait Tersangka HH
Jampidsus Periksa 1 (Satu) Orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pada Perkara Pembelian Gas Bumi Oleh PD Pertambangan Dan Energi Sumsel

Follow Us

Recommended Posts

Berdasarkan Penetapan Pengadilan, Kejari Manado Sita 4 (Empat) Unit Incenerator
1 (Satu) Orang Saksi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jalur Transmisi Gardu Induk
Balap Liar di Bulan Ramadan, Polisi Amankan Sejumlah Motor
Kunker Virtual Ketiga, Inilah Arahan Jaksa Agung RI
Rutan Kelas l Labuhan Deli Kerjasama Dengan KBM Walidayna Untuk Sablon Baju